Pemilu 2019, Mahasiswa Hukum dan Kewarganegaraan Undiksha Ajak Tolak Politik Kotor

Singaraja – Pemilihan Umum (Pemilu) yang berlangsung 17 April 2019 menjadi perhatian Mahasiswa Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial (FHIS) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha). Masyarakat, khususnya Kabupaten Buleleng diajak untuk menggunakan hak pilihnya sesuai nurani. Hal tersebut disampaikan dalam aksi damai, Rabu (10/4/2019). 

Aksi yang dimulai pukul 08.00 Wita itu diisi long march dari kampus di Jalan Udayana sampai Jalan Diponegoro, Singaraja. Selain melakukan orasi, sejumlah mahasiswa juga membawa bendera, spanduk maupun poster. Koordinator aksi, I Gusti Lanang Aghistanaya Yogie mengungkapkan pada pesta demokrasi itu, tak menutup kemungkinan diliputi dengan aksi-aksi negatif. Seperti adanya politik uang hingga yang berbau SARA. Hal demikian, oleh masyarakat harus disikapi cerdas. Jangan sampai terpengaruh hingga memicu perpecahan di masyarakat. “Kami mengajak masyarakat untuk menolak bentuk praktik politik kotor,” serunya. 
Disampaikan lebih lanjut, dalam pemilihan, masyarakat juga diharapkan tidak golput dan memilih dengan nurani. “Mari gunakan hak pilihnya. Mari sukseskan pesta demokrasi ini,” sebutnya. Mengingat dalam hajatan politik lima tahunan itu terjadi persaingan yang sangat ketat, masyarakat perlu tetap menjaga situasi tetap kondusif dan damai. Tak kalah penting juga siap menerima hasil pemilihan. “Nikmati pesta demokrasi ini dengan menciptakan suasana kondusif. Jaga kesatuan dan persatuan,” imbuhnya. (hms)
Informasi Publik