Pelatihan Bahasa Inggris untuk Polisi Pariwisata di Buleleng: Yes or No?

Tampak ada yang berbeda di Polres Buleleng pada Senin (17/06/19). Bertempat di Aula Polres Buleleng, telah berlangsung Pelatihan Bahasa Inggris dan Etika Internasional dengan Metode Pembelajaran Kontekstual untuk Polisi Pariwisata Buleleng. Kegiatan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) yang dilaksanakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Undiksha ini dibuka secara langsung oleh Dr. Made Sugiartha M.Si selaku sekretaris LPPM. Dalam sambutannya, Sugiartha menekankan bahwa kegiatan pelatihan ini dilaksanakan berdasarkan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pengabdian kepada masyarakat. Sekretaris LPPM ini juga menambahkan bahwasannya Undiksha telah melakukan kerjasama di beberapa kabupaten untuk pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat tersebut.

Ditemui disela-sela kesibukannya, Nyoman Supardi MP, S.H. M. M selaku Kabag Sumda Polres Buleleng menyatakan bahwa Bahasa dipandang sangat perlu khususnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat terlebih bahasa asing untuk para wisatawan luar negeri. Kabag Sumda yang berperawakan tegak itupun menambahkan jika polisi sudah menguasai bahasa, maka akan dapat memberikan pelayanan secara prima kepada masyarakat. “Tak hanya bahasa asing, bahasa daerah bahkan bahasa tubuh pun harus kita kuasai dan pahami” imbuhnya.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 Wita tersebut memiliki 3 acara inti yakni Konsep Etika Internasional yang dibawakan oleh Nyoman Karina Wedhanti S.Pd., M.Pd. Dilanjutkan dengan materi pelatihan Bahasa Inggris tahap I dan II yang masing-masing dibawakan oleh Ni Putu Era Adnyanayanti S.Pd., M.Pd. dan I Gusti Ayu Putu Novita Sari Paragae S.Pd., M.Pd. Kegiatan yang mengundang 15 peserta ini nyatanya justru dihadiri oleh 30 lebih peserta. Hal ini tentunya menunjukan semangat dan disiplin dari para penegak hukum ini akan tanggung jawab yang diembankan kepada mereka sebagai polisi di kawasan pariwisata. Tampak para peserta pelatihan yang sangat bersemangat mengikuti setiap sesi dan praktik yang diberikan oleh masing-masing narasumber. Di lain pihak, Ketua Panitia pelaksana PPM yakni Dr. I G A Lokita Purnamika Utami S.Pd., M.Pd. menyatakan alasannya memilih Polres sebagai sasaran kegiatan PPM tahun ini adalah berdasarkan hasil observasi sebelumnya, panitia menemukan bahwasannya penerimaan polisi Pariwisata direkrut tanpa adanya potensi kemampuan berbahasa Inggris yang dilihat sebelumnya. Dosen program studi Pendidikan Bahasa Inggris tersebut juga menambahkan bahwa kenyataan di lapangan adalah polisi pariwisata kerap mengalami kesulitan ketika menghadapi tourist sehingga mereka cenderung menyerahkan para tourist tersebut kepada Guide setempat. “Berangkat dari permasalahan inilah, kami berinisiatif untuk mengadakan pelatihan bahasa Inggris ini” ujar Lokita. Lokita berharap agar kedepan para polisi pariwisata tersebut dapat lebih antusian dalam mengikuti pelatihan sehingga polisi pariwisata Buleleng mampu meningkatkan keterampilan berbahasa sekaligus meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat lokal maupun asing. (Nata)

Informasi Publik