UP PPG Daljab III Bergulir, Diharapkan Jadi Benteng Terakhir Pembentukan Kualitas Guru

Undiksha melaksanakan UP PPG Daljab III melalui daring berbasis domisili, Sabtu (23/10/2021)/ Foto: Panitia

Singaraja- Tahapan Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan (PPG-Daljab) III tahun 2021 telah memasuki babak baru. Para peserta sudah memasuki Ujian Pengetahuan (UP) yang merupakan tahapan terakhir. Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) kembali dipercaya sebagai pelaksana ujian daring berbasis domisili ini dengan peserta sebanyak 539 orang. Ujian tersebut berlangsung pada 23 dan 24 Oktober 2021.

Jumlah tersebut terdiri atas 17 bidang studi, yaitu Pendidikan Guru Anak Usia Dini, Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Pendidikan Sejarah, Pendidikan Seni Rupa, Pendidikan Seni Tari, Pendidikan Sosiologi, Pendidikan Teknik Otomotif, Perikanan, Seni Broadcasting dan Film, Seni Karawitan, Seni Musik, Tata Busana, Teknik Elektronika, Teknik Geomatika Spasial, Teknik Kimia, Teknologi Komputer dan Informatika, dan Teknologi Tekstil. Koordinator PPG Undiksha, Drs. I Gede Nurjaya, M.Pd., menjelaskan pelaksanaan ujian sama dengan ujian sebelum-sebelumnya. Para peserta tetap berada di tempat domisili atau tempat yang terjangkau akses internet. “Artinya, peserta tidak datang langsung ke Undiksha,” jelasnya, Sabtu (23/10/2021).

Dijelaskan lebih lanjut, peserta tersebut tidak seluruhnya mengikuti program PPG di Undiksha, tetapi juga di perguruan tinggi lain yang dipercaya sebagai pelaksana oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. “Peserta ini dari berbagai daerah di Indonesia. Undiksha hanya menerima kuota dari pusat dan menjali pelaksana ujian,” katanya.

Dalam rangka mendukung kelancaran ujian, panitia sebelumnya telah memberikan pembekalan kepada seluruh peserta dan pengawas yang di dalamnya menyangkut teknis pelaksanaan ujian maupun ketentuan yang berlaku. “Kami berupaya semaksimal mungkin agar ujian ini berjalan lancar dan sesuai harapan,” terangnya.

Bercermin dari pengalaman sebelumnya, imbuh Nurjaya kendala yang dihadapi peserta ujian lebih pada teknis akibat gangguan server pusat, jaringan internet, dan kemampuan penggunaan teknologi oleh para peserta. “Sebelumnya di ujian hanya terdapat kendala teknis. Tetapi itu sudah ditangani secara cepat. Kalau yang kemarin banyak masalah terjadi pada sinyal dari peserta. Kemudian kemampuan guru untuk melek terhadap literasi teknologi belum merata sehingga banyak yang mengalami kendala teknis. Semoga ujian kali ini dapat berjalan semakin baik dan lancar,” imbuhnya.

Penyelia, Ahmad Syawal saat pembekalan kepada pengawas, Jumat (22/10/2021) mengatakan pemerintah mengharapkan PPG menjadi benteng terakhir pembentukan kualitas guru. Keterlibatan pengawas dalam mengawal pelaksanaan ujian merupakan dukungan untuk menjaga kualitas guru di Indonesia. Seperti yang diberitakan sebelumnya, ujian ini bertujuan untuk mengukur pemahaman konsep/materi para peserta dalam capaian pembelajaran lulusan (CPL) dan sekaligus sebagai tahapan akhir dari program PPG. (hms)

Informasi Publik