Finalisasi Revisi Kurikulum, Undiksha Tawarkan Fleksibilitas dan Strategi Hadapi Tantangan Global

Undiksha menggelar workshop finalisasi revisi kurikulum 2016

Singaraja- Revisi kurikulum tahun 2016 Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) yang telah bergulir beberapa bulan sudah masuk finalisasi, Selasa (18/6/2019). Ketua Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LPPPM) Undiksha, Prof. Dr. AAIN. Marhaeni, M.A menjelaskan kurikulum yang baru lebih fleksibel dan berisikan strategi menjawab tantangan global. “Kita terakhir mengembangkan kurikulum tahun 2016 yang sudah berbasis kompetensi berorientasi KKNI. Sekarang kita revisi lagi karena adanya perubahan yang sangat cepat dalam kehidupan dunia dan masyarakat. Kurikulum kita ini tetap berbasis kompetensi berorientasi KKNI. Tetapi lebih pada menjawab tantangan Revolusi Industri 4.0, globalisasi, dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait fleksibilitas, dijelaskan mahasiswa diberikan ruang untuk mengambil mata kuliah diluar program studi utama. Misalnya, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, untuk bisa unggul nantinya, perlu menguasai teknologi. Matakuliah terkait itu bisa diambil di Prodi Iinformatika atau ilmu computer Fakultas Teknik dan Kejuruan. Demikian juga halnya jika ingin mengetahui tentang sejarah bisa mengambil mata kuliah tersebut di Prodi Sejarah Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial. “Ini disediakan SKS. Ini adalah kemajuan baru di Undiksha. Perkembangan kompetensi mereka bisa dinamis sesuai dengan kebutuhan,” sebutnya.

Disampaikan lebih lanjut, Tri Hita Karana juga terus dikampanyekan Undiksha. Bahkan konsep tersebut menjadi landasan dalam mewujudkan visi sebagai unversitas unggul di Asia pada tahun 2045. “Konsep ini juga masuk sebagai mata kuliah. Kita ingin membawa lulusan memiliki sikap yang berlandaskan falsafah Tri Hita Karana,” tegas Marhaeni.

Kurikulum yang akan diberilakukan mulai tahun ajaran 2019/2020 ini juga terdapat efesiensi dari sisi pelaksanaan kuliah. Mata kuliah yang sama antarprodi, seperti pengembangan kepribadian akan dibuatkan kelas tersendiri. “Itu akan dibuatkan kelas khusus dengan kapasitas sekitar 35 orang per kelas. Mahasiswa dari berbagai program studi akan bergabung disana,” jelasnya. Kemajuan lain yang diciptakan melalui kurikulum ini juga dalam pembejalaran Bahasa Inggris. Setiap prodi minimal mendapatkan enam SKS atau tiga semester. “Di luar Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, sebelumnya hanya dapat dua semester matakuliah Bahasa Inggris. Kami berharap awal Juli ini kurikulum yang baru sudah disahkan,” imbuhnya. Revisi tersebut sudah bergulir sejak Februari lalu. Guna mendapatkan hasil terbaik, sudah dilakukan belasan kali diskusi. Bahkan juga menerima masukan dari sejumlah ahli di luar Undiksha. (hms)

Informasi Publik