Undiksha Kembali Lahirkan Mahasiswa Bergelar Doktor

Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja kembali melaksanakan Ujian Promosi Doktor pada Kamis (24/5). Ujian yang digelar untuk kali ke enam dan ke tujuh ini diikuti oleh dua orang mahasiswa dari program studi S3 Ilmu Pendidikan. Melalui ujian tersebut diharapkan kualitas perguruan tinggi negeri di Bumi Panji Sakti ini semakin meningkat, demikian untuk tenaga pendidiknya.

Ujian Promosi Doktor yang dilaksanakan di Pascasarjana Undiksha ini diikuti oleh Drs I Ketut Darma MPd dengan disertasi ‘Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah dan Asesmen Autentik Terhadap Pemahaman Konsep dan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Dengan Kovariabel Kemampuan Numerik Bagi Mahasiswa Program Studi Teknik Mesin Politeknik Negeri Bali’.

Serta Drs Nyoman Sudimahayasa ST MPd dengan disertasi ‘Pengaruh Kematangan Psikologis, Kemampuan Mengelola Pengetahuan dan Komitmen Kerja Terhadap Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Dalam Kaitannya Dengan Keterampilan Pengelolaan Proses Pembelajaran Pada Guru Produktif di SMK Negeri di Provinsi Bali’.

Direktur Program Pascasarjana Undiksha, Prof Dr I Wayan Suastra mengaku bangga dengan apa yang telah dicapai oleh kedua mahasiswanya tersebut. Dengan proses yang tidak terlalu lama, keduanya bisa menyelesaikan tugas dengan kualitas yang setara dengan nasional dan internasional. Melalui ujian ini, Suastra juga berharap agar kualitas lembaga bisa semakin terangkat dan semakin terpacu dalam mendukung pengembangan pendidikan.

Sementara khusus untuk peserta ujian, diharapkan kedepannya agar terus berkarya mengembangkan keilmuan, membantu masyarakat dengan keahlian yang dimiliki. “Tuntutan kami disini mengikuti dengan kualifikasi KKNI level 9 diakui secara nasional dan internasional. Kalau sudah ujian disini berarti sudah memenuhi syarat,” jelasnya.

Salah satu peserta ujian, Nyoman Sudimahayasa mengaku penelitian yang ia lakukan dimulai dari April 2017. Data diambil dari sembilan kabupaten dan kota SMK Negeri yang ada di Provinsi Bali. Karena mengambil data di seluruh wilayah Bali, pria yang juga berprofesi sebagai Kepala Sekolah SMKN 2 Singaraja ini tentu mengalami sejumlah kendala. Beruntung berkat bimbingan dari salah satu promotornya serta dukungan dari kepala-kepala sekolah, tugas akhirnya mampu ia selesaikan. “Luas wilayah dan letak geografis seperti di Nusa Penida menjadi kendala. Kendala jarak. Namun seluruhnya berhasil dikerjakan berkat dukungan yang diberikan,” tutupnya.

Informasi Publik
Indonesia