Rapat di Undiksha, Forum LPPM-ALPTKNI Siapkan Program Jawab Masalah Pendidikan

Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) dipercaya sebagai tuan rumah rapat Forum Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Negeri Indonesia (LPPM-ALPTKNI) pada, 22-24 Februari 2020.

Singaraja- Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) dipercaya sebagai tuan rumah rapat Forum Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Negeri Indonesia (LPPM-ALPTKNI) pada, 22-24 Februari 2020. Forum ini diharapkan dapat merumuskan program yang mampu menjawab persoalan dalam bidang pendidikan. “Melalui forum ini, melalui kerjasama penelitian, bisa mengerjakan, atau melakukan penelitian untuk menjawab isu-isu nasional, baik dengan dana sharing dari masing-masing universitas. Undiksha sangat komitmen kalau seandainya ada sharing pendanaan untuk melakukan penelitian dalam skala nasional,” ungkap Wakil Rektor I Undiksha, Dr. Gede Rasben Dantes, S.T.,M.TI., usai membuka rapat, 22 Februari 2020.

Akademisi asal Kabupaten Badung ini mengatakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah megeluarkan kebijakan kampus merdeka. Diyakini, akan ada kebijakan lain yang menyusul, terutama menyangkut eksistensi LPTK yang didalamnya berkaitan dengan penyelenggaraan Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan peran LPTK untuk menghasilkan guru berkualitas. Dari hal tersebut, forum LPPM ini diharapkan bisa melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang relevan dengan hal itu. “Hari ini saya mendengar dari Ketua Forum, bahwa pemerintah akan memberikan pendanaan untuk melakukan research secara konsorsium untuk menjawab beberapa isu nasional. Hal itu sangat membanggakan, dan mudah-mudahan penelitian ini mendapat hasil sangat baik yang bermanfaat secara umum dan juga universitas,” jelasnya.

Disampaikan lebih lanjut, perguruan tinggi telah banyak melakukan penelitian dengan berbagai bidang. Namun dibalik itu, masih ada tantangan dalam hal hilirisasi. Melalui forum ini diharapkan muncul gagasan untuk bisa memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan industri, sehingga hasil penelitian bisa dilanjutnya menjadi produk untuk menjawab kebutuhan masyarakat. “Itu bisa menjadi salah satu rekomendasi yang bisa disampaikan kepada forum yang lebih tinggi, yaitu forum rektor untuk selanjutnya disampaikan ke pusat,” katanya.

Secara khusus, Rasben Dantes juga menginginkan dari forum ini muncul kerjasama untuk memperkuat jurnal yang dimiliki masing-masing universitas, baik dengan bertukar artikel, bertukar reviewer, maupun meningkatkan status akreditasi dari masing-masing jurnal. “Kalau kita melihat Undiksha, dari tahun ke tahun, sudah mulai menata diri, sudah mulai memperbaiki diri, sehingga sampai data terakhir Undiksha telah memiliki 78 jurnal terindeks Sinta (Science and Technology Index). Saya berharap melalui LPPM dan tim pengelola jurnal, ini bisa ditingkatkan, baik dalam jumlah maupun kualitas. Saya pun melihat di universitas lain juga akan sama,” imbuhnya.

Ketua Forum, Prof. Dr. Suyanta, M.Si., menegaskan penelitian menjadi perhatian serius untuk terus dikembangkan. Di tengah era revolusi industri 4.0, forum ini telah merancang penelitian secara khusus tentang konsep pendidikan guru. “Oleh Menteri, Pak Dirjen, Pak Direktur, kami 12 LPTK diminta untuk mendesain model pendidkan guru. Ini pekerjaan tiga tahun model pendidikan guru kayak apa di era industri 4.0,” jelasnya.

Ia menegaskan, era revolusi industri 4.0 sangat melekat dengan teknologi. Oleh sebab itu, pola pendidikan guru harus mampu mengikuti, mulai dari input, proses dan output. “Maka model rekrutmen calon guru harus kita perbaiki, kita buat modelnya. Sehingga kita tidak sembarang menerima mahasiswa pendidikan nantinya. Harus dilihat minat, motivasinya, karakternya sampai akademisnya. Prosesnya juga kita teliti. Model pembelajarannya harus dikembangkan. Model yang konvesionalnya perlu dikurangi. Model evaluasi juga memanfaatkan teknologi,” pungkasnya. (hms)

 

 

Informasi Publik