Project Innovillage: Mahasiswa Undiksha Gagas IOT, Inovasi Atasi Masalah Petani

Singaraja- Innovillage 2021 merupakan sebuah kompetisi wirausahawan sosial (sociopreneurship) di bidang teknologi digital. Kompetisi yang mengusung tema “Empowering Young Sociopreneur for Sustainable Digital Village” diselenggarakan oleh PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk berkolaborasi dengan Telkom University, Forum Rektor Indonesia, APERTI BUMN, dan Indonesia Career Center Network (ICCN).  Inovasi-inovasi dari kompetisi ini ditargetkan bersifat aplikatif dan berorientasi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), sehingga membawa banyak keuntungan untuk masyarakat, ekonomi, dan lingkungan.

Tim GO-SUBAK adalah salah satu gagasan mahasiswa Undiksha yang berhasil lolos Top 120 ajang kompetisi Innovillage 2021 dengan dosen pendamping, I Gusti Lanang Agung Raditya Putra, S.Pd.,M.T. Tim ini diketuai Ni Putu Ari Wahyuni dari Program Studi Sistem Informasi dan anggota, Ni Putu Anisa Marta Widyasari dan I Gede Wahyu Rudiartha yang juga dari Program Studi Sistem Informasi.

Implementasi yang dilakukan Tim Go-Subak yaitu membuat alat IOT yang dapat membantu mengukur pH dan kelembapan tanah lahan sawah di Desa Jatiluwih. Dengan kemajuan teknologi yang ada, sistem Go-Subak akan memanfaatkan sensor kelembaban tanah untuk mengetahui pH tanah pada lahan sawah petani dan sekaligus akan terintegrasi atau terhubung pada website Go-Subak. “Website ini berfungsi untuk memberikan informasi atau merekam data berdasarkan hasil cek pH yang dikirimkan oleh alat IoT,” jelas Ari Wahyuni, Minggu (12/12/2021).

Selain itu, sistem juga akan memberikan informasi mengenai penjadwalan pemupukan padi. Kehadiran inovasi ini diharapkan dapat menciptakan infrastruktur, industri dan inovasi baru yang dapat meringankan serta mengatasi permasalahan yang dialami oleh para petani, khususnya di Desa Jatiluwih. “Dengan pengimplementasian sistem Go-Subak di Desa Jatiluwih diharapkan dapat mempermudah para petani dalam melakukan pengukuran pH tanah serta kelembaban tanah. Selain itu juga untuk mempersiapkan para petani milenial dengan menggunakan kemajuan teknologi informasi,” imbuhnya. (rls/hms)

 

Informasi Publik