Project Innovillage: Mahasiswa Undiksha Ciptakan DESMART, Optimalisasi Pemasaran Kerajinan Desa Tenganan

Singaraja- Desa Tenganan Pengringsingan, Kabupaten Karangasem menjadi salah satu daerah di Bali sebagai penghasil kerajinan Lontar Prasi dan Kain Tenun Gringsing. Kerajinan ini diharapkan mampu sebagai sumber penghasilan berkelanjutan masyarakat dalam rangka meningkatkan perekonomian. Atas hal tersebut, mahasiswa Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) turut melakukan langkah strategis melalui program innovillage yang sekaligus sebagai kompetisi sociopreneurship di bidang teknologi digital melalui kolaborasi PT Telkom Indonesia bersama perguruan tinggi.

Terdapat Sembilan tim dari Undiksha yang lolos mengikuti kompetisi ini. Salah satunya Tim DESMART. Tim ini dibimbing oleh I Gusti Lanang Agung Raditya Putra, S.Pd.,M.T. Ketuanya, Ni Putu Melsi Oktaviani dari Program Studi Sistem Informasi dengan anggota Ni Putu Eka Fridayanti dan I Nyoman Aditya Triguna, yang juga dari Program Studi Sistem Informasi.

Sebagai langkah awal pelaksanaan program, tim ini mengembangkan website jual beli kerajinan, dan media gallery produk kerajinan yang diberi nama DESMART. Pengembangannya diawali dengan menyiapkan foto produk kerajinan, selanjutnya membuat konsep desain website yang dikembangkan, membuat deskripsi produk, deskripsi usaha, membuat desain produk, dan mengembangkan website. “Kami juga memberikan pelatihan penggunaan website kepada kelompok pengrajin di Desa Tenganan,” jelas Melsi Oktaviani, Senin (13/12/2021).

Disampaikan lebih lanjut, DESMART merupakan sebuah platform berbasis website bertujuan untuk mempermudah para pengrajin lokal Desa Tenganan dalam melakukan proses jual beli yang mampu mencakup masyarakat luas, baik wisatawan lokal maupun global. “DESMART juga sebagai media gallery atau tempat arsip dari kerajinan yang dimiliki para pengrajin lokal Desa Tenganan. Dengan kemajuan teknologi yang ada, website ini akan membantu memasarkan produk-produk pengrajin lokal secara luas, serta juga dapat mempersiapkan para pengrajin lokal milenial,” terangnya.

Melalui inovasi ini diharapkan dapat menciptakan infrastruktur, industri dan inovasi baru yang dapat meringankan serta mengatasi permasalahan yang dialami oleh para pengrajin lokal di Desa Tenganan khususnya dalam mempermudah memasarkan kerajinan secara cepat dan praktis. Ketua Kelompok Pengrajin Lontar, Made Astawa memberikan apresiasi atas pelaksanaan program ini. “Kami mengucapkan terimakasih kepada Tim Desmart Innovillage Undiksha yang sudah membantu dalam mengembangkan usaha kerajinan yang kami rintis dengan menggunakan sentuhan teknologi,” ucapnya. (rls/hms)

 

Informasi Publik