Program Kampus Mengajar: Dorong Keefektifan, Undiksha Lakukan “Sharing Session”

Undiksha menggelar "sharing session" program Kampus Mengajar, Jumat (3/9/2021).

Singaraja- Komitmen Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) untuk mendukung pemerintah dalam  mewujudkan sumber daya manusia unggul tidak hanya melalui penguatan kompetensi guru melalui Program Profesi Guru (PPG), tetapi juga program kampus mengajar. Pada tahun 2021, program nasional ini telah masuk ke angkatan 2 dan tercacat sebanyak 200 mahasiswa yang mengikuti. Guna memastikan pelaksanaannya, digelar sharing session melalui virtual, Jumat (3/9/2021).

Koordinator Program Kampus Mengajar Undiksha, Dr. I Putu Mas Dewantara, S.Pd.,M.Pd., menjelaskan mahasiswa yang mengikuti program ini terdiri atas berbagai program studi. Mereka terjun ke sekolah-sekolah untuk untuk membantu pembelajaran bagi siswa, khususnya di daerah tertinggal untuk mengantisipasi terjadi learning loss. Langkah ini sangat penting di tengah pandemi Covid-19 yang memicu terjadinya pembelajaran jarak jauh. “Mahasiswa mengikuti lima bulan penugasan ada di SD dan SMP. Ini bisa di daerah asal atau lainnya,” terangnya.

Disampaikan lebih lanjut, terdapat empat hal poin penting yang menjadi penekanan dan esensi program ini, yaitu  melanjutkan pembelajaran di masa pandemi terutama untuk SD dan SMP di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), mahasiswa menjadi bagian dari penguatan pembelajaran literasi dan numerasi, dan menjadi mitra guru dalam melakukan kreativitas dan inovasi dalam pembelajaran. “Jadi bagaimana mahasiswa dapat berkontribusi dalam menjaga keberlangsungan pendidikan maupun mengembangkan inovasi pembelajaran khususnya di tengah pandemic ini,” ucap akademisi asal Kabupaten Jembrana, Bali ini.

Dalam sharing session, satu bulan pertama, terdapat kendala yang dialami mahasiswa. Pertama, berkaitan dengan sekolah, ada pada aspek keterjangkauan, yang didalamnya menyangkut jarak tempuh dari tempat tinggal dan keterjangkauan jaringan internet untuk mendukung proses pembelajaran. Kedua, terdapat kesulitan dalam meningkatkan minat belajar siswa, Sementara itu kendala yang berkaitan dengan kampus adalah adanya perkuliahan di waktu yang sama dengan pelaksanana program kampus mengajar. “Masalah yang dihadapi secara umum lebih pada teknis di lapangan saja. Terlebih di tengah PPKM,” imbuhnya.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama Undiksha, Dr. Gede Rasben Dantes, S.T.,M.T.I.,memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk tetap serius mengikuti program ini. Hal tersebut tidak hanya sebagai bentuk kontribusi dalam menjaga keberlangsungan pendidikan, tetapi juga untuk meningkatkan kompetensi diri, menjadi sosok yang tangguh, belajar menghadapi tantangan, belajar memecahkan masalah, dan mampu memanajemen waktu. “Terkait kesulitan atau kendala yang dihadapi mahasiswa, kami harapkan prodi dapat memfasilitasi mengatasinya,” jelasnya.

Keikutsertaan dalam program ini dapat diekuivalensikan dengan 20 SKS. Di tingkat Rektorat, ditetapkan ekuivalensi program pada matakuliah microteaching dan PPL untuk mahasiswa kependidikan. Ekuivalensi matakuliah lain menjadi salah satu pertanyaan dari mahasiswa yang terungkap dalam sharing session. Pada kesempatan tersebut, Rasben Dantes meminta program studi untuk menganalisis dan ditetapkan dengan Surat Keputusan Dekan. “Ekuivalensi akan melihat kesesuaian aktivitas program dan tujuan matakuliah yang diekuivalensikan,” jelasnya. (hms)

Informasi Publik