PKM DRPM Ristek-Brin & Undiksha: Aplikasikan Aktivasi Sumber Belajar Matematika Inovatif di SD Gugus V Kecamatan Kintamani

Akademisi Undiksha melaksanakan PKM di SD yang tergabung dalam Gugus V Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.

Bangli- Matematika memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Bahkan penguasaan terhadap pelajaran ilmu pasti ini sering dijadikan tolak ukur kemajuan sebuah bangsa. Di Indonesia, berdasarkan hasil studi Programme for International Students Assessment (PISA) tahun 2019 menunjukkan kemampuan matematika siswa masih rendah, berada di peringkat 72 dari 78 negara. Lebih lanjut, hasil penelitian dari Research on Improvement of System Education (RISE) 2018, menunjukkan kemampuan siswa memecahkan soal matematika sederhana tidak berbeda secara signifikan antara siswa baru masuk sekolah dasar (SD) dan yang sudah lulus sekolah menengah atas (SMA).

Memperhatikan kondisi tersebut, akademisi Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) berupaya mengambil langkah strategis dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran matematika di Sekolah Dasar (SD) melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Program ini menyasar SD yang tergabung dalam Gugus V Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.

Akademisi tersebut, I Putu Pasek Suryawan, S.Pd., M.Pd., Gusti Ngurah Sastra Agustika, S.Si., M.Pd., dan Adrianus I Wayan Ilia Yuda Sukmana, S.Kom., M.Pd. Mereka yang tergabung dalam satu tim mengimplementasikan program dengan tajuk Aktivasi Sumber Belajar Matematika Berbasis ICT dan Media Manipulatif Konkrit. “Rangkaian program ini sudah dilaksanakan sejak Juli 2020. Ini bentuknya Program Kemitraan Masyarakat. Hari ini kami melaksanakan kegiatan inti, dengan memberikan pendidikan dan pelatihan langsung,” ungkap Pasek Suryawan di sela-sela kegiatan di SDN Catur yang menjadi sekolah inti di Gugus V Kecamatan Kintamani, Sabtu (29/8/2020)

Dijelaskan lebih lanjut, pelaksanaan program yang didanai Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) Ristek-Brin ini terdiri dari penguatan kompetensi guru dalam pembelajaran matematika melalui pemantapan materi ajar dan strategi pembelajarannya, perancangan dan pembuatan media manipulatif konkrit (alat peraga matematika) dan media matematika berbasis ICT untuk SD, pembuatan Math Lab sebagai sebuah lab matematika mini yang berada di ruang kelas, meningkatkan kemampuan guru dalam mendesain pembelajaran matematika yang menekankan aktivitas matematika (hand on – mind on), dan membiasakan siswa melakukan eksplorasi matematika secara mandiri di Math Lab. Upaya memfasilitasi aktivasi sumber belajar matematika inovatif pada siswa SD merupakan salah satu alternatif untuk mendukung paradigma pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0.

Langkah-langkah tersebut, sambungnya sebagai bentuk tindak lanjut dari hasil analisis situasi yang dilakukan di sembilan SD yang yang tergabung dalam Gugus V Kecamatan Kintamani. Tim menemukan guru-guru masih menemui kesulitan dalam membelajarkan matematika atau penguasaan materinya masih lemah sehingga cenderung membelajarkan matematika dengan metode ceramah, masih adanya phobia matematika di kalangan siswa yang menganggap matematika sebagai pelajaran yang sulit, membosankan bahkan menakutkan sehingga berdampak pada hasil belajar matematika yang belum optimal. Selain itu juga minimnya jumlah media pembelajaran berbasis ICT dan alat peraga/media matematika yang tersedia di sekolah-sekolah, padahal siswa SD masih berada pada tahap operasional konkrit yang sangat membutuhkan manipulasi benda nyata dalam penanaman konsep matematika, serta pengetahuan dan keterampilan guru dalam mendesain pembelajaran matematika yang menekankan aktivitas matematika masih rendah. “Persoalan ini yang menjadi dasar bagi kami untuk melaksanakan program dan memilih gugus ini,” sebutnya.

Pasek Suryawan menambahkan luaran dari pelaksanaan program ini, yaitu telah terjadi peningkatan kompetensi guru dalam pembelajaran matematika SD, telah dikembangkan Math Lab sebagai laboratorium matematika mini pada ruang kelas yang dilengkapi dengan alat peraga matematika manipulatif dan media berbasis ICT dan guru mampu menggunakannya dalam pembelajaran, dan serta telah terbentuk model pembinaan profesionalisme guru SD yang berkelanjutan, berupa kelompok lesson study. “Kami berharap program yang kami laksanakan dapat meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya bidang matematika,” imbuhnya.

Kegiatan pengabdian ini dihadiri Ketua Gugus V Kecamatan Kintamani yang sekaligus Kepala SD N Catur I Made Reneng, S.Pd.SD. Selain itu juga Pengawas Pembina untuk SD di lingkungan Gugus V Kecamatan Kintamani, I Ketut Suanda, S.Pd., M.Pd mewakili Kepala UPT Disdikpora Kecamatan Kintamani Bangli. Dalam sambutannya, pelaksanaan pengabdian ini sangat diapresiasi karena mampu meningkatkan pengetahuan guru dan siswa dan diharapkan dapat terlaksana secara berkelanjutan. Pelaksanaan kegiatan ini berlangsung tatap muka, dengan menerapkan protokol pencegahan Covid-19. (hms)

Informasi Publik