PKL Luar Negeri Undiksha, Diah Wiradnyani: Mengasah Mental dan Kemandirian

Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) memiliki salah satu program unggulan untuk pengembangan keterampilan mahasiswa. Program tersebut adalah Praktik Kerja Lapangan (PKL) Luar Negeri. Bergulir sejak tahun 2017, sudah ada puluhan mahasiswa yang turut serta. Diah Wiradnyani, mahasiswi Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi salah satunya. Program ini diikuti pada tahun 2020, sekaligus mewujudkan impiannya untuk bisa ke luar negeri. Vietnam adalah negara yang menjadi tujuannya.  Diah, sapaan akrabnya ditugaskan menjadi bagian dari Departemen Sumber Daya Manusia di sebuah perusaan real estate yang dikenal dengan nama C.T. Group.

Ia merupakan salah satu dariu lima mahasiswa yang menginjakkan kaki di negeri tetangga itu. Ia pun bisa merasakan pengalaman magang di luar negeri dengan sistem, lingkungan, dan relasi dari berbagai latar belakang budaya. Bagaimana tidak, menurut ceritanya, ia tinggal di sebuah hostel tidak hanya dengan mahasiswa asal Vietnam, namun juga dengan beberapa mahasiswa asal Filipina dan Korea Selatan.

Menuntut ilmu sampai ke negeri Cina adalah ungkapan yang dipandang banyak orang untuk mendeskripsikan semangat edukasi yang tak henti-hentinya. Ungkapan ini pun lazim digunakan untuk memperdalam ilmu dan mencari pengalaman hingga pada skala global. Ternyata ungkapan ini sangat berlaku pada diri mahasiswa yang pernah meraih juara III dalam ajang Pekan Seni Mahasiswa Nasional tahun 2018. Ia selalu bersemangat untuk menambah pengalaman selagi masih muda.

Berawal dari keinginannya untuk bisa hidup dan tinggal di negara lain dalam jangka waktu yang lama, membuat ia termotivasi untuk mengikuti program tahunan Undiksha ini. Hanya berbekal kemampuan berbahasa Inggris yang cukup, tak mengurangi rasa semangat dan optimis untuk mewujudkan semua itu. Selain cita-cita untuk bisa pergi ke lain negara, ia mengikuti program ini juga untuk menambah wawasan yang mampu mendukung ketika kelak sudah terjun ke dunia kerja.

Kerja keras mahasiswi asal Kabupaten Bangli ini untuk program tersebut diawali dengan secara rutin mengakses informasi tentang pembukaan pendaftaran. Di sela itu, ia juga menantapkan persiapan untuk menghadapi serangkaian tahapan, salah satunya wawancara. Persiapan dilakukan dengan mengakses informasi melalui Youtube. Sebagai upaya menambah wawasan, ia pun tak segan bertanya pada beberapa teman kampusnya yang sudah pernah mengikuti program ini sebelumnya. Dan yang tak kalah penting, beberapa bulan sebelum keberangkatannya, ia lebih rajin menyisihkan dan menabung uang jajan untuk tambahan uang saku saat di luar negeri.

Rasa gembira berbalut syukur terpancar dari wajahnya, setelah mengetahui dirinya lolos seleksi dan diterima menimba pengalaman di perusahaan besar. Ini sebagai jawaban dari kerja kerasnya. Kota Ho Chi Minh adalah tempatnya untuk menikmati kehidupan yang baru. Disini, dirasakan kehidupan yang sangat melekat dengan metropolitan. Suasana yang sangat berbeda dengan kehidupannya di Bali dengan begitu banyak pantai dan pegunungan. Sementara, pada tempatnya PKL, ia mempelajari berbagai hal, seperti tahapan-tahapan dalam perekrutan karyawan baru melalui media sosial LinkedIn. Ia juga mendapat kesempatan untuk berdiskusi dengan orang-orang dari perusahaan LinkedIn di Amerika dengan media video call. Selain itu, belajar mengenai Employee dan Employer Branding.

Beberapa hal positif yang didapatkan dari program ini salah satunya adalah pelatihan mental dan kemandirian. Ia merasa jauh lebih mandiri setelah kepulangannya ke Indonesia. Ia merasa sangat bangga karena sebagai anak perempuan di usia 20 tahun, sudah bisa berangkat dengan percaya diri, memanajemen waktu serta keuangan, dan hal lain tanpa pendampingan dari orang tua. Selain itu pun sangat senang karena jangkauan relasi yang semakin luas.

Namun hal yang benar-benar bermakna baginya adalah pengalaman kerja yang didapatkan, terutama bagaimana melatih diri untuk lebih disiplin sikap dan disiplin waktu saat di tempat bekerja apalagi memikul beban berat di pundak karena harus tetap menjaga citra universitas dan Negara Indonesia. Mahasiswi yang memiliki hobi menyanyi ini sangat merekomendasikan program ini. Ia merasa cukup puas dengan pengalaman yang didapatkan yang berada di dalam lingkup lintas budaya. (hms)

Informasi Publik