Peringkat Pertama Pilmapres Undiksha, Sindy dan Bimantara Siapkan Diri Melenggang ke Tingkat Regional

Singaraja- Puncak penganugerahan Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Universitas Pendidikan Ganesha Tahun 2021 telah berlangsung, Kamis (25/3/2021). Pada ajang ini, juara diraih oleh Ni Made Sindy Warasniasih dari jenjang sarjana dan Putu Bimantara dari jenjang Diploma III. Kedua mahasiswa yang berasal dari Fakultas Ekonomi ini akan mewakili Undiksha dalam kompetisi tingkat regional dan nasional.

Sindy mengaku sangat bersyukur terhadap capaian ini. Katanya, hal tersebut tidak lepas dari doa dan dukungan keluarga, fakultas, jurusan, prodi serta teman-temannya. “Rasa bahagia juga datang saat merasakan perjuangan yang telah dilakukan sebelumnya memberikan hasil yang melebihi ekspetasi,” katanya.

Dalam kompetisi ini, ia yakin dapat masuk tiga besar, tapi tidak sampai berekspetasi mendapatkan peringkat pertama karena persaingan antar peserta sangat ketat. “Semua peserta adalah orang-orang hebat yang berprestasi,” tuturnya. Mahasiswa semester delapan ini mengaku mendapatkan banyak hal dalam ajang Pilmapres ini. Proses seleksi sangat menantang dan dihadapkan dengan puluhan orang hebat dan luar biasa. Ide unik dari masing-masing peserta juga memberikan tekanan positif yang dapat memacu semangatnya untuk menjadi yang lebih baik. Selain itu, selama proses karantina dianggap menjadi hal yang sangat menarik karena mendapat kesempatan untuk menggali potensi yang dimilikinya. “Rasa percaya diri juga mulai terasah karena semua proses yang ada dilakukan secara individu, bukan tes secara kelompok,” ucapnya.

Hasil yang didapatkan melalui kompetisi ini akan dievaluasi. Selain itu juga lebih mempersiapkan diri untuk berbagai hal yang berkaitan dengan Pilmapres tingkat regional dan nasional. “Persiapan seperti lebih memantapkan isi dari karya tulis serta pelatihan untuk berbicara bahasa Inggris. Tak luput dari kesiapan dalam melakukan tes CBT yang merupakan penentu untuk masuk ke tingkat selanjutnya,” pungkasnya.

Sementara itu dari Bimantara mengaku saat awal mengikuti karantina, dirinya tidak berani berekspetasi untuk bisa meraih peringkat pertama. “Saya hanya menargetkan diri saya bisa lolos 6 besar pada saat itu. Namun, saya selalu percaya bahwa apapun permasalahannya, dan apapun solusi yang kita terapkan, jika memang sudah takdir tuhan untuk kita berada di posisi ini, maka terjadilah sesuai dengan yang tuhan inginkan,” katanya.

Diakui pula melalui ajang ini mendapatkan banyak hal, mulai dari motivasi, materi pembekalan dari narasumber yang sudah berpengalaman di bidangnya, mendapat teman dan pengalaman bersama dalam menjalani karantina. Ia pun menyatakan hal senada dengan Sindy, terus mempersiapkan diri untuk menghadapi kompetisi pada tingkat selanjutnya, dengan harapan bisa menorehkan hasil terbaik dan prestasi. “Tentu persiapan saya lakukan lebih baik lagi,” tandasnya. (hms)

Informasi Publik