Hadapi Tantangan, Pascasarjana Undiksha Ajak Mahasiswa Menjadi BAKTI

Pascasarjana Undiksha menggelar kuliah umum bagi mahasiswa baru, Kamis (2/9/2021)

Singaraja- Memasuki era revolusi industri 4.0, persaingan dan tantangan  semakin ketat dan kompleks. Menghadapi hal tersebut, Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) mengajak para mahasiswa untuk selalu mengedepankan moto BAKTI (Berkarakter, Adaptif, Kolaboratif, Terampil, dan Inspiratif) sebagai modal untuk menepis ketertinggalan. “Itu mempunyai makna bahwa lulusan Pascasarjana tidak hanya ahli dalam ilmunya, tetapi juga harus mempunyai suatu keterampilan yang adaptif, yang bisa selalu menyesuaikan diri dengan tantangan yang ada di sekitarnya,” ungkap Direktur Pascasarjana Undiksha, Prof. Dr. I Gusti Putu Suharta, M.Si., saat memberikan sambutan pada kuliah umum bagi mahasiswa baru, Kamis (2/9/2021).

Terdapat dua narasumber yang dihadirkan dalam kuliah umum ini, yaitu Rektor Undiksha, Prof. Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd., dan akademisi Undiksha, Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi, M.A. Materi yang disampaikan diharapkan dapat meningkatkan wawasan para mahasiswa, memberikan pengalaman agar bisa sukses setelah menyelesaikan studi. “Jadi kedua topik ini sangat penting dalam rangka kesuksesan mahasiswa baru kedepan. Kita ketahui bahwa lulusan pascasarjana kedepan diharapkan menjadi lulusan yang BAKTI,” kata Suharta.

Disampaikan lebih lanjut, dalam upaya mewujudkan lulusan yang kompeten, Pascasarjana Undiksha telah mempersiapkan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan. Selain itu, dalam rangka percepatan kelulusan dengan tanpa mengabaikan kualitas, dibentuk tim khusus yang sekaligus membantu mahasiswa untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang dapat menghambat studi. “Kalau kita lihat masa standar magister itu adalah 4 tahun dan program doktor 7 tahun. Tetapi kita di Pascasarjana Undiksha meningkatkan standar, yaitu program magister adalah 3 tahun maksimal sedangkan program doktor adalah maksimal 6 tahun. Mudah-mudahan dengan peningkatan standar, sedini mungkin dapat menentukan percepatan kelulusan,” imbuhnya.

Sementara itu terkait dengan materi kuliah umum, Rektor Undiksha Prof. Jampel menyampaikan mengenai kepemimpinan harmoni. Materi ini tidak lepas dari pengalamannya selama menjabat di Undiksha, khususnya sebagai rektor yang telah memasuki periode kedua. Dijelaskan, kepemimpinan harmoni dapat dilandasi oleh falsafah Tri Hita Karana yang terdiri atas parhyangan, yaitu menjalin hubungan baik dengan tuhan, pawongan, yaitu menjalin hubungan baik antarsesama manusia, dan palemahan, yaitu menjalin hubungan baik dengan lingkungan. Terwujudnya tiga hal tersebut dimaknai sebagai lahirnya sebuah kebahagiaan dan keharmonisan.

Dibandingkan dengan kepemimpinan lain, kepemimpinan harmoni dinilai mampu menciptakan kebersamaan, semangat gotong royong, dan sebagainya. “Untuk mewujukan kepemipinan harmoni, harus dimulai dari diri sendiri. Kemudian dilanjutkan ke yang lain,” kata Jampel.

Sementara itu, narasumber, Prof. Padmadewi membawakan materi strategi penyusunan karya ilmiah. Pada intinya disampaikan dalam upaya percepatan menyelesaikan studi, penyusunan karya ilmiah harus disiapkan sejak semester awal dengan memahami isu terkini dan selanjutnya diidentifikasi menyesuaikan dengan referensi. Isu yang diangkat dapat dijadikan sebagai outline proposal yang selanjutnya dilakukan penyempurnaan dan bimbingan, sehingga dapat diselesaikan sesuai dengan batas masa studi. Sementara itu terkait dengan penulisan artikel ilmiah, ia memberikan pengetahuan mengenai substansi yang ada di dalamnya maupun hal yang mesti diakomodasi atau diperhatikan dalam setiap substansi. (hms)

Informasi Publik