Dukung Pengembangan Desa Wisata Bebetin, Tim PkM Undiksha Gulirkan Pembinaan Bahasa Inggris

Singaraja- Di tengah situasi pandemi Covid-19, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Undiksha tetap melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Kali ini kegiatan yang termasuk dalam skema PKM Desa Binaan menyasar Desa Bebetin, Kabupaten Buleleng pada 17 sampai 19 Juni 2021. Kegiatan ini bertajuk pembinaan literasi dan keterampilan bahasa Inggris untuk mendukung potensi wisata.

Kegiatan ini digulirkan oleh tim  terdiri atas dosen prodi Pendidikan Bahasa Inggris, yaitu Dr. I.G.A Lokita Purnamika Utami, S.Pd., M.Pd., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd., dan Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd. Dalam kegiatan pembinaan, dilibatkan pula empat mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, yaitu Novitasari, Nita Rahayu, Ni Luh Putu Viranicka Septyani, dan Agus Januarta. Keterlibatannya sangat penting untuk memberikan kesempatan dalam mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilannya dalam bidang bahasa Inggris.

Ketua tim, I.G.A Lokita Purnamika Utami menjelaskan pelaksanaan kegiatan ini tidak terlepas dari hasil penjajagan sebelumnya. Kepa Desa Bebetin, I Gede Susanta menyatakan pembinaan kemampuan bahasa  Inggris sangat penting dilakukan, salah satunya dalam rangka mendukung pengembangan desanya, terutama sektor pariwisata. “Dari itu, kegiatan ini dilaksanakan,” jelasnya.

Kegiatan ini menyasar pemandu wisata dan juga kelompok karang taruna/STT.  Dalam hal ini, kelompok karang taruna atau STT dapat membentuk sebuah English club yang bisa menjadi inisiasi pembentukan wadah bagi warga untuk belajar bersama. Oleh tim pengabdi, pembinaan dilakukan secara langsung melalui teknik direct instruction dan contextual teaching learning practices.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa ini dibuka oleh Sekretaris Desa Bebetin, I Made Supartawan. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi kegiatan ini dan berharap dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berimbas pada optimalnya pembangunan desa. “Desa kami memiliki potensi pariwisata. Dengan dimilikinya kemampuan bahasa Inggris oleh masyarakat, khususnya generasi muda, potensi itu dapat semakin dikembangkan,” ungkapnya.

Selama tiga hari pelaksanaan PkM, para peserta diberikan materi tentang Basic English for Tourism, pemberian latihan (practices), dan pemberian game/quiz. Selanjutnya, materi tentang literasi berupa short story dan poems, pemberian latihan (practices) yang berkaitan dengan materi, dan pemberian game/quiz. Kegiatan pendampingan akan dilaksanakan secara online berupa pemantapan kemampuan literasi peserta. (rls/hms)

Informasi Publik