Cerita Mahasiswa Undiksha: Berawal Dari Organisasi, Bangkit Jadi “Entrepreneur”

Mahasiswa Undiksha (dari kiri ke kanan) Ferry, Dio, Mulya, Slamet

MAHASISWA Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) diharapkan memiliki kompetensi bidang entrepreneurship. Kompetensi ini perlu terus dikembangkan agar setelah lulus dari perguruan tinggi tidak terpaku pada ijazah.

Hal demikian rupanya diimplementasikan oleh sekelompok mahasiswa Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi. Mereka adalah Putu Dio Artha Pratama, Komang Crisna Adi Putra S, I Gede Mulya Pradipta, Ferry Ditha Saputra dan Putu Slamet Widyantara dengan mendirikan usaha Kedai Kopi OKS!.

Pada mulanya, lima sekawan ini dipertemukan pada organisasi kemahasiswaan, yaitu HMJ Manajemen. Kedekatan mereka pun akhirnya tak sebatas di lingkungan kampus saja, melainkan hingga di luar kampus. Hampir setiap hari dihabiskan untuk mengerjakan tugas, nongkrong, dan bermain game bersama. Mereka saling bertukar cerita, hingga dapat dikatakan tidak ada satu hal pun yang ditutupi. Mulai dari cerita masa kecil, cerita kehidupan kampus, sampai pada obrolan yang serius. Salah satunya obrolan mengenai bisnis.

Mulya, salah satunya adalah sosok yang paling berjiwa entrepreneur. Ketertarikan anggota lain terhadap keseriusan Mulya mengemban bisnis sepatu Mc Rocket menjadi topik perbincangan dikala sore di sebuah kedai kopi di Kota Singaraja. Dari obrolan yang berlangsung singkat itu, tak terduga sebuah ide terbesit di pikiran mereka. Dengan kemampuan Mulya dalam mengelola usaha, dan keterampilan Slamet meracik kopi, ditambah dengan kecintaan lima pemuda ini terhadap kopi, membuatnya memiliki keinginan untuk mendirikan kedai kopi OKS!.

Usaha kopi masih bisa dianggap sebagai bisnis yang menjanjikan, meskipun saat ini tumbuh cukup banyak. Peminatnya pun beragam, mulai dari ABG, mahasiswa, pekerja muda, hingga orang tua. Namun menurut Dio yang juga merupakan bassist sebuah band kampus, dari sekian banyaknya kedai kopi yang ada di Kota Singaraja, belum banyak yang mampu menyajikan kualitas cita rasa kopi asli. Kebanyakan masih menggunakan kopi bubuk instan yang memiliki rasa berbeda dengan kopi yang digiling langsung di tempat. Oleh karena itu, ia ingin dapat menyajikan kopi nikmat yang dibuat lansung di kedai kopi yang beralamat di Jl. Pulau Komodo, Singaraja.

Kedai kopi OKS!, yang memiliki arti OK Suksma, bermakna ungkapan terimakasih atas seluruh pelanggan yang sudah menyempatkan diri untuk datang berkunjung, akhirnya dirintis pada akhir Januari 2021.

Usahanya hanya bermodalkan dari patungan empat dari lima anggota. Dio, Crisna Mulya, dan Slamet selaku penanam modal dan Ferry sebagai karyawan. Dengan modal itu, mereka membeli alat dan bahan kopi, sewa tempat usaha, dan upah karyawan.

Slamet, selaku barista utama menyatakan dulunya ia adalah satu-satunya barista disana. Keterampilan dalam meracik kopi didapatkan dari pengalaman kerja di sebuah kedai. Namun menurutnya, akan lebih baik jika semua pemilik kedai OKS! memiliki keterampilan itu. Seiring berjalannya waktu, anggota yang lain pun ikut mempelajari untuk menjadi seorang barista. Kini, Dio, Mulya, dan Crisna pun sudah ahli dalam hal itu.

Senang, sudah pasti dirasakan oleh mereka. Selain karena telah berhasil mendirikan usaha di usia muda. Tempat ini sekaligus menjadi tempat untuk bercanda dan bercerita sembari ditemani secangkir kopi.

Menurut Crisna, mahasiswa asal Kabupaten Bangli, mendirikan usaha di tengah pandemi Covid-19 bukan perkara mudah. Jangka waktu yang diperlukan untuk balik modal cukup panjang. Namun hal itu tidak mematahkan semangatnya untuk terus mempromosikan usaha baru ini melalui media sosial. Promo-promo menarik juga selalu dihadirkan untuk menarik minat masyarakat untuk datang. Setidaknya mereka tahu cita rasa kopi yang disajikan sehingga diharapkan pelanggan akan datang di hari selanjutnya.

Kedai Kopi OKS! hingga saat ini masih terus berjalan. Menu kopinya pun semakin bervariasi. Meskipun satu diantara empat anggota telah lulus dari Undiksha, Dio, tetap setia mengembangkan bisnis bersama kawan-kawannya. Ia berharap kedai kopi ini akan menjadi besar dan memiliki cabang di seluruh kecamatan yang ada di Buleleng. (Diah/ hms)

Informasi Publik