Ajang “Educational Law Content”, Tim Undiksha Raih Juara I

Tim Undiksha dari Prodi Ilmu Hukum yang meraih juara I dalam ajang Educational Law Content.

Singaraja- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Pendidikan Ganesha. Kali ini datang dari ajang Educational Law Content yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Gemar Belajar Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara. Tim Undiksha yang terdiri atas Komang Citra Pratiwi, Nyoman Asri Mahadhyaksa, dan Kadek Duwi Suryantini yang merupakan mahasiswa Prodi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial.

Pada lomba yang berlangsung 11 September 2021 ini, Citra dan kawan-kawan berhasil membawa pulang juara I setelah bersaing dengan 14 peserta lainnya yang berasal sejumlah perguruan tinggi di Indonesia. Pada ajang tersebut, mahasiswi semester 3 ini menjelaskan bahwa mereka membuat suatu karya video yang berjudul “Be Aware by Using Social Media” yang dilatarbelakangi oleh banyaknya kasus hukum yang terjadi di tengah perkembangan zaman saat ini, seperti kasus pencemaran nama baik, korupsi, dan pencemaran limbah. “Dengan adanya ajang perlombaan, maka kami dari tim Undiksha berniat mengikuti perlombaan tersebut dan memilih tema pencemaran nama baik,”ungkap Citra selaku koordinator tim,  Rabu, (15/09?2021).

Pemilihan tema tersebut, sambungnya dikarenakan pada era serba digital saat ini banyak orang yang menggunakan media sosial dan terkadang dalam menggunakan media sosial banyak masyarakat yang tidak memilah kata-kata atau komentar yang dituliskan sehingga menimbulkan pencemaran nama baik bagi seseorang. “Dijaman sekarang ini menjadi jarimu harimau mu disini kami juga beralasan bahwa UU terkait telah diatur dalam KUHP juga UU ITE yang mana masih sedikit orang tahu, jadi kami harap dengan pemilihan tema tersebut, selain kami sebagai tim, teman-teman yang lain juga bisa belajar dan lebih aware dalam penggunaan media sosial (medsos),” terangnya.

Mahasiswa kelahiran 2002 ini tidak memungkiri jika selama proses persiapan karya menemui sedikit kesulitan dikarenakan waktu persiapan hanya satu minggu dan tanpa pembimbing. Selain itu, mahasiswa asal Kecamatan Banjar, Buleleng ini  mengatakan timnya juga kurang memiliki pengalaman dalam membuat film pendek sehingga cukup menguras waktu dan sempat memicu rasa pesimis untuk memenangkan lomba. “Kami kurang memiliki pengalaman dalam pembuatan film pendek sehingga cukup menguras waktu untuk belajar pembuatan alur film pendek, pengambilan angel video, dan pengeditan video. Hal ini juga sempat membuat tim kami sedikit pesimis untuk dapat memenangkan lomba, apalagi melihat konten video yang dibuat oleh peserta lain sangat variatif dan mengedukasi,” kenangnya.

Akan tetapi, berkat usaha dan kerja keras yang dilakukan, serta tidak terlepas dari dukungan teman-teman, dosen di jurusan Hukum dan Kewarganegaraan yang selalu memberikan motivasi sehingga mereka berhasil meraih Juara I. “Walaupun kami tidak menggunakan pembimbing dalam kegiatan perlombaan ini, tapi kami bersyukur bahwasanya dosen Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan khususnya Ketua Jurusan yang selalu memberikan semangat serta motivasi kepada kami untuk terus berkarya,”ungkapnya.

Mahasiswa berzodiak Gemini ini juga menyatakan melalui lomba ini didapatkan banyak sekali ilmu dan pengalaman yang luar biasa. Kedepan ia berharap bisa kembali berkontribusi untuk mengikuti perlombaan dengan lebih percaya diri dan bisa mengharumkan nama jurusan, fakultas dan Universitas. “Jadi, untuk teman-teman semua jangan pernah takut mencoba, jadilah mahasiswa yang kreatif, inovatif, kritis, dan berani create new and different,” tegasnya.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Hubungan Masyarakat Undiksha, Prof. Dr. I Wayan Suastra, M.Pd., memberikan apresiasi atas semangat mahasiswa untuk mengikuti kompetisi dan mampu meraih juara. “Semangat ini yang penting. Mahasiswa bisa membuat ide-ide kreatif dan ikut lomba. Itu bagus, apalagi bisa mendapat juara. Kami dipimpinan sangat mengapresiasi,” ucapnya. Wakil rekt yang sempat menjabat sebagai Direktur Pascasarjana Undiksha ini menyebutkan prestasi tidak hanya penting untuk mendukung pemeringkatan universitas, tetapi juga untuk membangkitkan kepercayaan diri mahasiswa dan meningkatkan daya saing. (hms)

Informasi Publik