Hadapi Revolusi Industri 4.0, Jurusan PGSD Selenggarakan Seminar Pendidikan

Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Ilmu Pendidikan, Undiksha menyelenggarakan seminar pendidikan di Gedung Kesenian Gede Manik (Jumat,18/5). Seminar dengan narasumber Dr. Gede Rasben Dantes, S.T., M.Ti., Dosen sekaligus Wakil Dekan I Fakultas Teknik dan Kejuruan (FTK) itu membahas tema “Tingkatkan Sumber Daya Manusia untuk Menyongsong Era Revolusi Industri 4.0”.

Ketua Jurusan PGSD Undiksha, Dr. Desak Putu Parmiti, MS., membuka acara seminar pukul 09.30 WITA. Peserta seminar berjumlah sekitar 250 orang, yang terdiri atas dosen di lingkungan PGSD dan mahasiswa semester VI PGSD, FIP, Undiksha.

Rasben yang sebelum menjadi dosen Undiksha telah berpengalaman bekerja di bidang industri menyatakan pada era 4.0 ini, manusia telah dikelilingi oleh banyak sekali teknologi yang dapat membantu pekerjaan hingga memanjakan manusia. Kemajuan teknologi pun berlangsung sangat pesat. Lebih lanjut, Rasben menegaskan beberapa hal yang harus diperhatikan. Pertama, literasi data. Hal ini terkait dengan kemampuan menganalisis data yang benar dan menghasilkan hasil analisis yang benar. Kedua, literasi teknologi yang terkait dengan kemampuan menerapkan teknologi untuk media pembelajaran sehingga mampu menciptakan konten-konten pembelajaran yang menarik dan mudah dipahami. Ketiga, literasi manusianya. Hal ini terkait dengan kemampuan manusia memahami, mampu berkolaborasi, bekerja secara tim dan lain sebagainya.

“Mahasiswa 4.0, Dosen 4.0 dan Perguruan Tinggi 4.0 adalah tiga kunci utama dalam mengadapi era revolusi industri 4.0.”, tegasnya. Mahasiswa 4.0 merupakan mahasiswa yang kritis, kreatif, komunikatif, bisa berkolaborasi. Sebagai contoh antara mahasiswa PGSD dengan mahasiswa TP dapat membuat penelitian (skripsi) yang sejalan. Mahasiswa PGSD membuat konten belajar sedangkan mahasiswa TP yang membuat aplikasinya.

[isiberita]

Yang dimaksud dengan dosen 4.0 adalah dosen yang mampu menjadi teman dan teladan bagi mahasiswanya. Dosen juga menerapkan metode e-learning sehingga pertemuan tatap muka dapat lebih fleksibel dan mahasiswa dapat mengerjakan hal lain yang mendukung peningkatan softskilnya. Terkait dengan pendidikan tinggi 4.0, Rasben menjelaskan, adalah pendidikan tinggi yang mampu menerapkan kurikulum yang tepat, model pembelajaran yang baik, waktu pembelajaran yang fleksibel, serta percepatan kelulusan. Saat ini, Undiksha telah merencanakan masa studi maksimal S1 adalah 5 tahun dan D3 adalah 4 tahun. Untuk mendukung keterampilannya, mahasiswa akan diperbolehkan mengambil mata kuliah lintas program studi karena ada beberapa ilmu yang masih dibutuhkan mahasiswa namun mata kuliah tersebut tidak terdapat pada jurusan mereka, melakukan teaching factory, e-learning dan lain sebagainya sehingga Tri Dharma Perguruan Tinggi di Undiksha sesuai dengan revolusi industri 4.0.

Seminar tersebut diharapkan mampu mendorong dosen dan mahasiswa untuk memanfaatkan teknologi terutama untuk mengoptimalkan proses belajar mengajar. (Sanchi)