Pembukaan Expo AKM Meriahkan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha

Undiksha Gelar Pemilihan Remaja Berbudipekerti XIII Tingkat Nasional
26 Oktober 2017
FTK Undiksha Gelar Seminar Nasional Vokasi dan Teknologi (SEMNASVOKTEK)
28 Oktober 2017

Kamis, 26 Oktober 2017, sedang dilaksanakan serangkaian acara terbesar Fakultas Bahasa dan Seni yaitu Expo Ajang Kreativitas Mahasiswa bertempat di Kampus Bawah Undiksha. Keramaian panitia sudah tampak pukul 2 siang tadi bertepatan dengan presensi panitia. Lambat laun, suasana di FBS semakin ramai. Baik kendaraan roda empat pun roda dua memenuhi parkiran dan halaman FBS.

Sekitaran pukul 4 sore, acara pembukaan Expo dimulai. Diawali dengan sambutan oleh Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, M.A. Selaku Dekan di Fakultas Bahasa dan Seni. Acara yang membutuhkan waktu sekitaran 2 bulan dalam persiapan ini berhasil memecah FBS dengan tari-tarian yang disuguhi oleh mahasiswa FBS. Suara riuh dari penari kecak menarik perhatian penonton dan tak sampai disitu, penonton pun tercengang akan kilau dari Tari Nusantara yang memiliki konsep full colour. Bersifat umum, Expo AKM ini dapat didatangi oleh khalayak banyak. Tujuh stand dari semua jurusan di FBS tampak unik dengan dekorasi khas jurusan masing-masing.

Anak Agung Gede Suarjaya Putra atau yang akrab dikenal Gunggus selaku ketua panitia mengatakan bahwa acara Expo akan digelar selama 4 hari terhitung dari 26 Oktober 2017. “Nanti puncaknya 5 November di Taman Kota,” ungkap Gunggus. Mahasiswa semester lima Pendididikan Bahasa Inggris itu tampak bangga melihat kawan-kawan panitia AKM yang berjumlah 340 bekerjasama menyelenggarakan Expo AKM ini. “Tanpa kalian acara ini bukan apa-apa,” ucapnya.

Senja datang, begitu pula para pengunjung yang semakin memadati FBS. Mereka menantikan lomba akustik yang dimulai sekitaran pukul enam sore. Berbagai kalangan datang dengan ekspresi terkagum, baik pengunjung domestik dan internasional memenuhi Expo 2017. Semakin malam semakin terasa keramaian dengan kerlap-kerlip dari lampu di tiap stand. Kreativitas para peserta akustik dapat terlihat dari alat-alat yang mereka gunakan. Tak hanya gitar dan kajon, salah satu dari mereka memakai harmonika, biola, bahkan gambelan sebagai paduan musik akustik. Tak ayal, FBS semakin dibuat pecah. (Ika, Anggi)

Indonesia