Gema Lomba Matematika
Gema Lomba Matematika (GLM) dapat dikatakan sebagai cikal bakal dari PGM, karena GLM merupakan kegiatan yang pertama kali dilaksanakan oleh mahasiswa/i matematika beberapa tahun yang lalu. GLM adalah sebuah ajang kompetisi bagi siswa/i SD, SMP dan SMA se-Bali di bidang Pendidikan Matematika. Pelaksanaan GLM dibagi menjadi dua babak, yaitu babak penyisihan dan babak final. Format pelaksanaan GLM selama bertahun-tahun mengalami perubahan secara bertahap, baik dari segi soal-soalnya, teknis babak final, maupun proses penilaian dan penentuan juaranya.
Bertemakan “Gema Lomba Matematika Tahun 2010, Menciptakan Insan Pendidikan yang Cerdas, Kreatif, dan Kompetitif” GLM tahun ini akan menjadi sebuah ajang kompetitif bagi siswa/i SD, SMP dan SMA. Tahun ini GLM tingkat SD yang dilaksanakan merupakan GLM tingkat SD V se-Bali, sedangkan GLM tingkat SMP sudah mencapai GLM tingkat SMP XI se-Bali, dan untuk GLM tingkat SMA akan dilaksanakan GLM tingkat SM XVIII se-Bali. Tepatnya akan diselenggarakan GLM tingkat SD V se-Bali dan GLM tingkat SMP XI se-Bali pada tanggal 6 Maret 2010 bertempat di Kampus tengah Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha). Sedangkan GLM tingkat SM XVIII se-Bali akan dilaksanakan pada tanggal 10 Maret 2010.
Jika dilihat dari teknis pelaksaannya, GLM tahun 2010 tetap akan menggunakan teknis dua babak seperti tahun-tahun sebelumnya, yaitu babak penyisihan dan babak final. Pada babak penyisihan peserta akan menjawab soal-soal obyektif dengan penilaian setiap soal : jawaban benar mendapat skor 3 (tiga), jawaban salah mendapat skor -1 (negatif satu), mendapat skor 0 (nol) jika tidak menjawab yang kemudian skor di masing-masing soal akan diakumulasi dan dipilih 15 skor tertinggi untuk melanjutkan perlombaan ke babak final. Pada babak final, para finalis akan menjawab soal-soal yang ditampilkan pada layar LCD. Soal-soal pada babak final dibuat bertahap, di mana masing-masing soal memiliki tingkat kesukaran dan waktu menjawab yang berbeda, dari soal yang sederhana dangan waktu yang singkat menuju soal yang lebih rumit dengan waktu yang lebih lama. Pada babak final, para peserta dituntut untuk memiliki kecepatan, ketepatan dan ketelitian berfikir dalam menjawab soal-soal, karena para peserta tidak hanya sekedar menjawab, tetapi harus bertanding melawan waktu. Dari keseluruhan finalis akan dicari sepuluh besar, dengan juara I akan memperoleh piala tetap sekaligus piala bergilir, Juara II memperoleh piala tetap, juara III memperoleh piala tetap dan juara IV s/d X akan memperoleh kenang-kenangan.