Selamat datang di Jurusan Pendidikan Kimia, Universitas Pendidikan Ganesha, Jalan Udayana Singaraja Bali
kimia
Home
  Tentang Jurusan Pendidikan Kimia
Visi dan Misi
Kemahasiswaan
Dosen dan Tenaga Pendukung
Kurikulum
Sarana dan Prasarana
Pengabdian pada Masyarakat
Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Kimia "Visvitalis"
  Provil HMJ Pend. Kimia "Visvitalis"
Arti dan Makna Visvitalis
Kepengurusan
Program Kerja
Karya Ilmiah
Gallery
Alumni
Buku Tamu

 

31 Juli 2010
Kalender: July 2010
Su Mo Tu We Th Fr Sa
    1   2   3  
4   5   6   7   8   9   10  
11   12   13   14   15   16   17  
18   19   20   21   22   23   24  
25   26   27   28   29   30   31  
Lihat daftar nama mahasiswa
Telusuri berdasarkan nama
Telusuri berdasarkan nim
Lihat Data Staf Dosen dan Laboran
Download IDM 5.18
Login Admin
 
Mau Upload File? Silakan Login terlebih dahulu!
Admin
Password
 

Mau Baca Hot News? Klik di sini!

   

Kurikulum

Kurikulum mencakup aspek rencana (dokumen tertulis), proses, dan hasil.  Kurikulum Jurdik Kimia secara terus-menerus disempurnakan mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat, perkembangan sains dan teknologi, prospek lulusan, dan sistem pendidikan di Indonesia.  Dinamika Kurikulum Jurdik Kimia dalam dekade terakhir terindikasi pada pemberlakuan Kurikulum 1996, 1999, 2002, dan 2006.  Dewasa ini kurikulum yang berlaku di Jurdik Kimia adalah Kurikulum 2002 untuk mahasiswa angkatan 2005 dan sebelumnya, serta Kurikulum 2006 untuk mahasiswa mulai angkatan 2006.

1. Kesesuaian dengan visi, misi, sasaran, dan tujuan

Kurikulum 2006 merupakan penyempurnaan Kurikulum 2002.  Perubahan tersebut sebagai tindak lanjut pemberlakuan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas, PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Pendidikan Nasional, Undang-undang Nomor 20 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, serta Standar Kompetensi Guru Pemula (SKGP) yang telah diadopsi ke dalam Standar Kompetensi Lulusan (SKL).

Mata-mata kuliah yang tertuang dalam Kurikulum 2006 disusun sesuai dengan standar kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional dalam SKGP yang telah disesuaikan dengan visi, misi, sasaran, dan SKL yang diemban oleh Jurdik Kimia.  Hubungan antara kelompok kompetensi, SKL, dan mata kuliah di Jurdik Kimia dapat dilihat pada Tabel 7 berikut.
Tabel 7. Hubungan Kelompok Kompetensi, SKL, dan Mata Kuliah Jurdik Kimia


No

Kelompok Kompetensi

Standar Kompetensi Lulusan (SKL)

Mata Kuliah

1

Kompetensi pedagogik

  • Memiliki wawasan kependidikan dan manajemen sekolah.
  • Memahami karakteristik peserta didik.
  • Memahami teori belajar dan pembelajaran kimia.
  • Menguasai asesmen dan evaluasi hasil belajar.
  • Mampu merancang dan melaksanakan pembelajaran kimia dan penilaiannya secara efektif, efisien, dan kontekstual.
  • Bersikap dan berprilaku positif terhadap peserta didik.

 

Pengantar Pendidikan, Manajemen Pendidikan

Perkembangan Peserta Didik.

Belajar dan Pembelajaran.

Asesmen dan Evaluasi Hasil Belajar.
Mengajaran Mikro, PPL

 

 

Profesi Kependidikan,  Strategi Belajar Mengajar.

2

Kompetensi profesional

  • Menguasai materi kimia secara luas dan mendalam.
  • Mampu mengelola laboratorium kimia sekolah.
  • Mampu membimbing pengembangan karir peserta didik.
  • Terampil dalam melaksanakan dan merancang praktikum dan penelitian.
  • Terampil memanfaatkan perangkat teknologi informasi dan komunikasi.

 

Seluruh Matakuliah Keahlian Berkarya (MKB).
Seluruh MK Praktikum.

Perkembangan Peserta Didik didukung MKB.

Seluruh MK Praktikum, PPL, Metodelogi Penelitian, dan Skripsi.
Komputer I dan II, Media Pembelajaran Kimia, Seminar Kimia. 

3

Kompetensi kepribadian

  • Memiliki keyakinan dan ketaqwaan sesuai dengan ajaran agama dan kepercayaan yang dianut.
  • Memiliki kemandirian dan beretos kerja tinggi.
  • Memiliki sikap ilmiah.

 

Pendidikan Agama.

 

Skripsi, PPL, dan MK lainnya.

Seluruh Mata Kuliah.

4

Kompetensi sosial

  • Mampu berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien.
  • Memiliki kesadaran dan wawasan dalam bermasyarakat dan bernegara.

 

Seminar, Mikroteaching, PPL, dan Skripsi.

KKN/KKL

2.   Relevansi dengan tuntutan dan kebutuhan stakeholders

Perubahan Kurikulum LPTK, termasuk Jurdik Kimia, tidak terlepas dari perubahan kebijakan pemerintah di tingkat pendidikan dasar dan menengah.  Kurikulum 2002, mengacu pada SK Mendiknas Nomor 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Perguruan Tinggi, selain membekali mahasiswa dengan kompetensi utama dan kompetensi pendukung, juga memuat kompetensi alternatif. Pemberian kompetensi alternatif dilatarbelakangi oleh rendahnya daya serap lembaga kependidikan dasar dan menengah terhadap lulusan perguruan tinggi, sehingga mahasiswa perlu dibekali dengan kemampuan non kependidikan yang gayut dengan kompetensi utamanya.  Dengan demikian, jika mereka tidak berhasil menjadi guru, maka diharapkan mampu bekerja di luar bidang kependidikan.

Selanjutnya, Kurikulum 2006 disusun mengacu pada UU Sisdiknas, PP Standar Pendidikan Nasional, UU Guru dan Dosen, serta SKGP yang berimplikasi pada perubahan kondisi/kebutuhan lapangan. Lapangan menuntut tenaga kependidikan yang lebih berkualitas untuk mengimplementasikan KBK dan KTSP, Sekolah Berstandar Internasional (SBI), pembelajaran bilingual, dan penyediaan tenaga guru di sekolah-sekolah internasional.  Selain itu, kebutuhan tenaga Pendidikan Kimia juga bertambah karena konsep-konsep dasar kimia mulai diperkenalkan di SMP, sehingga membuka peluang bagi alumni pendidikan Kimia mengajarkan Sains di SMP.  Perubahan kebijakan pemerintah dan tuntutan masyarakat, disikapi oleh Jurdik Kimia dengan melakukan reorientasi dan restrukturisasi kurikulum. 

Alokasi waktu yang semula digunakan untuk pembinaan kompetensi alternatif dalam Kurikulum 2002 digunakan untuk menambah waktu perkuliahan beberapa MKB dan MKK dalam Kurikulum 2006, serta memunculkan mata kuliah baru, yaitu Managemen Pendidikan (2 SKS), dan Media Pembelajaran Kimia (3 SKS). Selain itu, untuk menindaklanjuti kebijakan perintah yang memperkenalkan Materi Kimia di SMP, maka Kurikulum 2006 Jurdik Kimia memunculkan mata kuliah Telah dan Pengembangan Kurikulum, yang mengkaji tidak saja Kurikulum Kimia SMA, tetapi juga Kurikulum Sains-Kimia SMP.  Upaya tersebut diambil untuk meningkatkan kompetensi profesional dan pedagogik calon guru kimia, sehingga menambah daya saing lulusan. Peningkatan daya saing juga dilakukan dengan menerapkan bilingual pada beberapa mata kuliah, seperti Kimia Anorganik I, Kimia Organik I, Kapita Selekta, dan PPL I (Microteaching).

3.   Struktur dan isi kurikulum (keluasan, kedalaman, koherensi, dan penataan)

Struktur Kurikulum 2002 disusun berbasis kompetensi, yang terdiri dari kompetensi utama, kompetensi pendukung, dan kompetensi lain yang bersifat khusus dan gayut dengan kompetensi utama. Kompetensi lainnya itu disebut juga kompetensi konsentrasi.  Ketiga kompetensi tersebut tertuang dalam kelompok mata kuliah: MPK (14 SKS), MKK (9 SKS), MKB (100 SKS), MPB (15 SKS), dan MBB (3 SKS).

Selanjutnya, struktur Kurikulum 2006 mengacu pada SKGB.  Deskripsi kelompok mata kuliahnya sama dengan Kurikulum 2002, yaitu kelompok MPK (12 SKS), MKK (11 SKS),  MKB (100 SKS) , MPB (20 SKS), dan MBB (3 SKS).  Mata kuliah tersebut juga dikelompokkan berdasarkan kompetensi yang diembannya, mencakup: kompetensi pedagogik (39 SKS), kompetensi profesional (90 SKS), kompetensi kepribadian (8 SKS), dan kompetensi sosial (9 SKS).  Pengelompokan matakuliah secara lebih spesifik dalam Kurikulum 2006 akan lebih menjamin pencapaian standar kompetensi lulusan.

Dalam struktur kurikulum juga ditampilkan deskripsi matakuliah per semester yang diprogramkan dalam delapan semester (sama dengan kurikulum-kurikulum sebelumnya). Kurikulum Jurdik Kimia 2006 secara terpisah (diluar Pedoman Studi) dilengkapi dengan silabus untuk setiap mata kuliah.  Sementara dalam Kurikulum 2002, pengembangan silabus matakuliah pilihan keahlian alternatif kimia (non kependidikan) lebih dipercayakan kepada tim dosen pengasuh kelompok matakuliah tersebut untuk mengembangkannya.

Aspek-aspek isi yang mengalami perubahan dalam Kurikulum 2006 dibanding kurikulum 2002 terutama tentang total beban kuliah berkurang dari 150 menjadi 146, penghapusan mata kuliah Konsentrasi Alternatif (Kimia Lingkungan dan Kimia Pangan), pemunculan mata kuliah baru, dan penambahan bobot beberapa matakuliah.  Pengurangan beban kuliah (SKS) masih dalam rentangan yang direkomendasikan pemerintah.  Pengurangan disebabkan oleh penghilangan 6 mata kuliah dalam kelompok mata kuliah Konsentrasi (13 SKS), diikuti dengan pendistribusian 9 SKS ke beberapa matakuliah yang semakin diperlukan untuk pencapaian SKL.

4.  Kompetensi dan etika lulusan yang diharapkan

Kompetensi dan etika lulusan yang disasar secara jelas dinyatakan dalam 16 Standar Kompetensi Lulusan Jurdik Kimia (Pedoman Studi, 2006).  Struktur kurikulum untuk membangun kompetensi tersebut telah disajikan dalam sub struktur dan isi kurikulum di atas.  Pengelompokan mata kuliah ke dalam empat kompetensi: pendidikan, profesi, prilaku, dan sosial berfungsi untuk mengaitkan isi matakuliah-matakuliah kelompok menuju keutuhan penguasaan kompetensi masing-masing kelompok ini. Masing-masing kelompok kompetensi secara implisit menyiratkan etika-etika dalam aspek-aspek pendidikan, profesi, prilaku, dan sosial yang hendaknya dimiliki lulusan.  

5. Derajat integrasi materi pembelajaran (intra dan antar disiplin ilmu)

Derajat integrasi materi pelajaran antar disiplin ilmu dalam Pendidikan Kimia sangat diperhatikan, baik antar bidang-bidang MIPA dan kependidikan. Keterkaitan antar bidang dalam Kurikulum Jurdik kimia diwujudkan melalui pemrograman matakuliah maupun akomodasi kemampuan lintas bidang dan konteks dalam pembelajaran Kimia. Integrasi dalam bentuk matakuliah, meliputi: Matematika untuk Kimia, Fisika (Fisika Dasar dan Kimia Fisika), Biologi (Biologi Umum, Biokimia I dan II, Praktikum Biokimia, Kimia Lingkungan), Humaniora (Bahasa Indonesia, Pancasila, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Inggris untuk Kimia, Ilmu Sosial Dasar), Aplikasi (Komputer I dan II), dan sebagainya.  

6.   Kurikulum lokal

Muatan lokal dalam Kurikulum Jurdik Kimia diakomodasi pada setiap matakuliah sebagai salah satu konteks dalam rangka mengapresiasi kearifan lokal (think globally and act locally).  Sejumlah kearifan lokal sudah diinventarisasi dan diberdayakan dalam Pendidikan Kimia, seperti model pembelajaran Tri Pramana dan Catur Pramana, Tri Hita Karana, Usadha (sistem Pengobatan Bali), Cetik (racun Bali), dan Bhutadi (materi dan energi).  Matakuliah khusus terkait dengan kearifan lokal belum ada, dan perlu dipikirkan ke depan.

7.   Mata kuliah pilihan merujuk pada kebutuhan individu/kelompok mahasiswa tertentu (internal lembaga)

Kelompok matakuliah konsentrasi dengan kompetensi alternatif dalam Kurikulum 2002 memberikan kebebaan kepada mahasiswa untuk memilih salah satu konsentrasi yang diinginkannya. Penawaran konsentrasi Kimia Lingkungan dan Kimia Pangan terutama mempertimbangkan potensi dan kebutuhan lokal (local potency and local need). 

Matakuliah yang merujuk pada kebutuhan mahasiswa secara individu/kelompok tertentu dalam Kurikulum 2006 adalah skripsi, seminar, kimia pangan, komputer I dan II, dan beberapa matakuliah yang bermuatan bilingual.  Matakuliah skripsi terutama dimaksudkan untuk memberikan pengalaman nyata pada lulusan untuk melakukan penelitian sebagai modal kemampuan melakukan penelitian dan pengembangan kerja ilmiah, yang juga dipersyarakan dalam pembinaan keterampilan inkuiri pada subyek didik. Jenis permasalahan yang diangkat dalam skripsi disesuaikan dengan minat mahasiswa, yaitu bidang kependidikan kimia dan non kependidikan (kimia murni/terapan). Demikian juga judul/tugas-tugas yang ditawarkan dalam perkuliahan Seminar Kimia, Komputer I dan II, bilingual disesuaikan dengan minat mahasiswa.

8.   Peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan diri

Peluang bagi mahasiswa Jurdik Kimia untuk pengembangan diri melalui studi lanjut, mengembangkan pribadi, memperoleh pengetahuan dan pemahaman materi, khususnya sesuai dengan bidang studinya, mengembangkan keterampilan yang dapat dialihkan (trasferable skills), berorientasi ke arah karir, dan pemerolehan pekerjaan sangat terbuka.  Alumni Jurdik Kimia melanjutkan studi S2 maupun S3 dalam bidang Kimia maupun Kependidikan Sains. Lulusan Jurdik Kimia yang dipekerjakan sebagai dosen di Jurdik Kimia sendiri lebih dari 50% berhasil dengan baik menyelesaikan program S2 Kimia (Murni), sedangkan masing-masing 3 orang telah menyelesaikan S3 dalam bidang Kimia (Murni) dan 2 orang menyelesaikan S3 Kependidikan Sains.  Adaptibelitas lulusan Jurdik Kimia dalam lapangan kerja terindikasi dalam data penelusuran alumni, terutama yang terkait dengan pekerjaannya disajikan dalam Tabel .....

Mahasiswa Jurdik Kimia Undiksha sangat aktif mengikuti atau menyelenggarakan kegiatan-kegiatan ilmiah.  Himpunan Mahasiswa Jurdik Kimia menyelenggarakan kegiatan LKIR dan Olimpiade Kimia.  Mahasiswa Jurdik Kimia juga sangat aktif mengikuti lomba karya ilmiah dan sering memenangkan lomba.  Bahkan, pada tahun 2007 predikat mahasiswa dan dosen berprestasi tingkat lembaga diraih oleh jurdik Kimia.

 

 

 

kimia
Home || Visi dan Misi || Kemahasiswaan || Dosen dan Tenaga Pendukung || Kurikulum || Sarana dan Prasarana || P2M || HMJ Pend. Kimia || Guest book

.:: design by sudarsana-kim::.