BEM Undiksha Klarifikasi Video “Aspirasi Pancasila” Viral di Medsos (Video)

Kunjungan Pameran Pendidikan BEE II Tahun 2017
31 Mei 2017
Global Conference on Teaching, Assessment, and Learning in Education (GC-TALE)
3 Juni 2017

Singaraja, (Antara Bali) – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja, Bali, mengklarifikasi video “aspirasi” dukungan terhadap Pancasila yang sempat viral di media sosial.

“Kami ingin mengklarifikasi tuduhan banyak pihak bahwa kami menyebar video menyudutkan suku, bangsa, ras dan agama (SARA) tertentu. Fakta yang ada video tersebut murni aspirasi kami terhadap demi utuhnya empat pilar bangsa yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika,” kata Presiden BEM Undiksha, I Made Dicky Satya Narayana, di Rektorat Kampus Undiksha, Jumat.

Menurut dia, latar belakang pembuatan video guna menanggapi banyaknya paham-paham bersifat radikal terkait pandangan hidup masyarakat di tanah air saat ini.

“Paham-paham yang kami maksud adalah yang ingin mengubah pandangan terhadap Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika,” kata dia sembari menambahkan bahwa hal tersebut senada dengan apa yang ada dalam teks pidato Presiden RI, Joko Widodo pada 1 Juni 2017 bahwa ada sikap tidak toleran yang mengusung ideologi selain Pancasila.

Satya Narayana juga mengungkapkan, latar belakang penggunaan agama dalam video tersebut dimaksudkan mengajak semua pihak. terutama oknum yang  sering berlindung di balik agama untuk menyebar kebencian. “Tidak ada maksud mengintervensi bahwa agama mengajarkan paham radikal,” tambahnya.

“Maksud kami adalah menyadarkan masyarakat tidak ada agama yang mengajarkan hal yang buruk dan anti Pancasila dalam kehidupan bernegara di tanah air,” tutur dia.

Sedangkan, kata-kata yang dinilai diluar intelektualitas sebagai mahasiswa murni karena geram atas paham dan sikap radikal yang banyak terjadi.

“Kami sebagai generasi muda yang merupakan ujung tombak bangsa ingin mempertahankan empat pilar bernegara dan kami yang pertama mencegah penyebaran paham radikal,” terangnya.

Selain itu, pihaknya juga meminta maaf apabila apa yang tersiar di video tersebut menyebabkan ketersinggungan dan ketidaknyamananan para pihak.

“Kami meminta maaf yang sedalam-dalamnya bila ada merasa tersingung. Tetapi memang kami berbicara apa adanya. Video itu murni dibuat sebagai sarana aspirasi kami sebagai mahasiswa,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor II Undiksha, Prof Dr I Wayan Lasmawan MPd menilai video yang dibagikan mahasiswanya yang tergabung dalam BEM murni aspirasi guna menjaga keutuhan empat pilar bangsa dan tidak ada hal-hal lain mengarah kepada sikap menyudutkan pihak atau agama tertentu.
Video seakan terlihat “kontroversi” setelah diedit kembali olah pihak-pihak yang seakan ingin memperkeruh suasana. “Ada tiga video yang beredar. Satu versi asli dan dua video lain ditambahi kata-kata seakan menyudutkan suatu agama, ” terangnya.
Menurutnya, kedepan pihak kampus akan meningkatkan pengawasan dan komunikasi  dengan para mahasiswa sehingga permasalahan serupa tidak terulang kembali.
“Kami juga meminta maaf yang sebesar-besarnya apabila ada para pihak yang tersinggung dengan video anak-anak didik kami. Undiksha tetap sebagai garda terdepan menjaga toleransi dan kebhinnekaan di Pulai Dewata dan Indonesia pada umumnya, ” terang dia. (bgs)

Sumber : Antara Bali

Indonesia