Ajang International Asia Pasific Writers & Translators (APWT) Resmi Berakhir

Undangan Upacara Bendera Memperingati Sumpah Pemuda ke-89 Tahun 2017
25 Oktober 2017
Undiksha Gelar Pemilihan Remaja Berbudipekerti XIII Tingkat Nasional
26 Oktober 2017

Kegiatan serangkaian ajang Internasional Asia Pasific Writers & Translators (APWT) yang dilaksanakan di Bali Utara telah ditutup secara resmi di Spice Beach Club Lovina Bali pada hari Selasa (24/10).  Kegiatan APWT yang bertujuan untuk mempertemukan sastrawan, budayawan serta seniman dari berbagai belahan dunia, utamanya Asia Pasifik ini diakhiri dengan berbagai rentetan acara yang dilaksanakan di Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Pendidikan Ganesha, sebelum dilakukan acara makan malam di Lovina.

Hari terakhir pelaksanaan APWT ini dimulai dengan pelaksanaan Workshop, Panel, dan juga Pameran yang diikuti oleh peserta dari berbagai negara di Asia Pasifik. Sedangkan kegiatan penutupan dimeriahkan pula dengan acara hiburan penyemarak suasana.

Kegiatan Asian Pasifik Writers and Translators (APWT) yang dilaksanakan dari tanggal 22 Oktober hingga tanggal 24 Oktober telah menghadirkan pembicara internasional dari beberapa universitas terkemuka. Di antaranya Sally Breen dari Australia, Sanaz Fotouhi dari Iran, Jose Dalisay dari Filipina, Kevin M Maher dari China serta John Mc Glynn dari Amerika. Nama terakhir ini sangat istimewa karena ia merupakan pendiri Yayasan Lontar. Serta tidak ketinggalan Nury Vittachi yang merupakan jurnalis, penulis dan editor senior yang kini tinggal di Hongkong ikut menjadi presenter di APWT 2017.  Sedangkan penulis terkenal Indonesia yang ikut meramaikan APWT 2017 adalah Dorothea Rosa Herliany, Saras Dewi, Olin Monteiro, Ni Made Purnama Sari.

Setelah APWT berakhir, sebagian peserta akan kembali ke negaranya masing-masing dan beberapa akan mengikuti acara Writers Festival yang berlokasi di Ubud, Gianyar.

Menurut Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd. selaku ketua panitia pelaksana, kegiatan APWT ini sangat memberikan pengaruh yang positif bagi negara Indonesia, karena secara otomatis negara Indonesia akan lebih dikenal oleh dunia khususnya di bidang tulis menulis. Selain itu, sebagai tuan rumah dari pelaksanaan acara internasional, Universitas Pendidikan Ganesha patut berbangga karena diberikan kepercayaan melalui acara yang bergengsi ini. Beliau juga berharap ke depannya Mahasiswa Universitas Pendidikan Ganesha mampu lebih berperan aktif dalam acara-acara internasional seperti APWT ini, sehingga hal tersebut akan mampu membuat mahasiswa lebih mengembangkan dirinya, baik dalam hal Lokal Literature maupun Global Literature. (Nata, Anggi, Dearya)

Indonesia